<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>pietterbuyung's blog</title>
	<atom:link href="http://pietterbuyung.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pietterbuyung.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 03 Aug 2009 14:27:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='pietterbuyung.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/def0386b493baa963676e2d640b91a9b?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>pietterbuyung's blog</title>
		<link>http://pietterbuyung.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://pietterbuyung.wordpress.com/osd.xml" title="pietterbuyung&#039;s blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://pietterbuyung.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Teman lebih dari sekedar materi…</title>
		<link>http://pietterbuyung.wordpress.com/2009/08/03/teman-lebih-dari-sekedar-materi%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://pietterbuyung.wordpress.com/2009/08/03/teman-lebih-dari-sekedar-materi%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 14:27:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pietterbuyung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pietterbuyung.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Tepat sekali Sheila On 7 membuat sebuah kalimat diatas yang membuat saya terinspirasi menulis tentang seorang teman yang meninggal kira-kira satu tahun yang lalu. Alfonsius Pramutomo namanya, biasa dipanggil Tomi. Pada awalnya kabar meninggalnya Tomi menjadi sesuatu hal yang tidak lazim untuk jadikan sebuah bahan lelucon, karena saya berfikir mengapa seorang Tomi yang hampir tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pietterbuyung.wordpress.com&amp;blog=6979147&amp;post=46&amp;subd=pietterbuyung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tepat sekali Sheila On 7 membuat sebuah kalimat diatas yang membuat saya terinspirasi menulis tentang seorang teman yang meninggal kira-kira satu tahun yang lalu.</p>
<p>Alfonsius Pramutomo namanya, biasa dipanggil Tomi. Pada awalnya kabar meninggalnya Tomi menjadi sesuatu hal yang tidak lazim untuk jadikan sebuah bahan lelucon, karena saya berfikir mengapa seorang Tomi yang hampir tidak pernah mengecewakan teman-temanya pergi meninggalkan semua keinginan, mimipi dan perjuangan yang akan dibangun. Belum sempat dia merasakan bagaimana menulis lamaran pekerjaan, yang gelar sarajananya baru saja dia dapatkan kira-kira 1 bulan sebelum dia meninggal, belum sempat dia juga berebut tempat duduk di kereta api yang sedianya akan mengantar dia di hari pertama dia bekerja. Semuanya seperti hilang begitu saja. Tidak ada lagi suara “…Mom I come home…” dari ujung jalan yang kira-kira berjarak 50 meter dari rumahnya, begitu ibunya bercerita tentang anak lelaki satu-satunya, setelah kakanya yang pertama dan ayahnya pergi meninggalkan mereka.</p>
<p>Dalam menentukan pilihan wanita yang akan menjadi pacarnya, dia selalu tidak beruntung, banyak pertimbangan bagi dirinya yang kadang menurut saya tidak masuk akal. Dia hampir mendapatkan seorang wanita yang berbeda keyakinan, dia tidak mau berpacaran dengan seorang wanita yang telah berpacaran dengan 7 orang, dan dia tau hal itu setelah mereka intensif berhubungan selama 2 bulan, sampai di acara makan malam dia tidak memiliki nafsu untuk makan, dan memberikan steak yang dia pesan untuk wanita tersebut.</p>
<p>Vespa ya Tomi, tanya saja vespa kuning tak layak pakai pasti satu kampus ekonomi tahu semua. Vespa yang dibawa dari Bogor menuju Yogyakarta dengan memasukannya ke dalam mobil SUV diawal masa kuliahnya, membuat saya melihat sisi unik dari dirinya yang  ingin selalu tampil beda meskipun hal-hal yang melekat pada dirinya bersifat kuno. Hand Phone Sony Ericcson dengan bentuk hiu dimana saat itu orang-orang sudah menggunakan Hand Phone dengan layar besar. Janggut yang agak panjang masih terlihat di dagunya sampai dia terbaring kaku di dalam peti, janggut yang selalu dia bangga-banggakan karena menurutnya akan menarik para wanita untuk melirik kepadanya.</p>
<p>Memberikan motivasi dan harapan kepada saya menjadi satu-satunya yang saya tidak saya sangka bahwa dia memiliki jiwa tersebut, bagaimana tidak saya berfikir seperti itu karena sepanjang yang saya lihat, kesehariannya hanya diisi dengan keceriaan, bercandaan, bermain basket dan membetulkan motor. Tidak tampak sedikitpun kesediahan atau kemurungan yang selalu dia tunjukan selama berteman dengan saya. Bibirnya selalu penuh dengan gosip-gosip seputaran anak kuliah maupun anak kost, layaknya sebuah acara gosip di televisi. Dia tidak pernah ragu menggoda dengan celetukan-celetukan spontannya yang bisa menggundang semua orang ketawa. Sikapnya yang selalu mau mendengar cerita orang dan tidak pernah menghakimi seseorang biarpun orang itu telah menyakiti hatinya.</p>
<p>Seorang teman pernah bercerita kepada saya, bahwa tidak ada hal yang lebih buruk di dunia ini daripada kehilangan seorang ayah, dan itu dia katakan kepada seorang teman yang pada waktu itu hubungannya berakhir dengan pacarnya. Gila bagaimana cara dia memotivasi seseorang, bagaimana dia bisa memberikan harapan, dan bagaimana bisa dia hadir selalu dalam mimpi saya tanpa ada raut muka sedih, tampaknya kepergiannya selalu menjadi hal yang sementara untuk saya bisa bertemu dengan dirinya lagi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pietterbuyung.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pietterbuyung.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pietterbuyung.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pietterbuyung.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pietterbuyung.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pietterbuyung.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pietterbuyung.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pietterbuyung.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pietterbuyung.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pietterbuyung.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pietterbuyung.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pietterbuyung.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pietterbuyung.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pietterbuyung.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pietterbuyung.wordpress.com&amp;blog=6979147&amp;post=46&amp;subd=pietterbuyung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pietterbuyung.wordpress.com/2009/08/03/teman-lebih-dari-sekedar-materi%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/40fa00f5000e7c08910915535e61cd97?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pietterbuyung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Be or not to be&#8230;</title>
		<link>http://pietterbuyung.wordpress.com/2009/08/01/be-or-not-to-be/</link>
		<comments>http://pietterbuyung.wordpress.com/2009/08/01/be-or-not-to-be/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2009 19:30:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pietterbuyung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pietterbuyung.wordpress.com/2009/08/01/be-or-not-to-be/</guid>
		<description><![CDATA[Tidak salah orang mengatakan bahwa masa yang paling indah yaitu saat duduk di bangku SMA. Setidaknya hal ini saya rasakan ketika berada di acara pernikahan teman SMA saya, Cerita-cerita soal kenakalan, mengejar gadis di kelas sebelah sampai mengatur jadwal pelajaran agar bisa pulang lebih cepat, membuat daftar contekan dibalik lipatan celana panjang, bertukar kunci jawaban [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pietterbuyung.wordpress.com&amp;blog=6979147&amp;post=45&amp;subd=pietterbuyung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak salah orang mengatakan bahwa masa yang paling indah yaitu saat duduk di bangku SMA. Setidaknya hal ini saya rasakan ketika berada di acara pernikahan teman SMA saya, Cerita-cerita soal kenakalan, mengejar gadis di kelas sebelah sampai mengatur jadwal pelajaran agar bisa pulang lebih cepat, membuat daftar contekan dibalik lipatan celana panjang, bertukar kunci jawaban dengan kelas sebelah dengan harapan soal yang diberikan pun sama, membuat guru menangis, hmmm…banyak sekali hal-hal konyol dan memalukan yang kalau dicertikan di acara pernikahan dengan teman-teman bisa membuat tertawa sampai pagi. Pengalaman di atas memang sedikit banyak terjadi dalam diri saya, yaa.. kira 80-20 (80% penuh kekonyolan-20% keseriusan). Bagaimana dengan anak-anak yang pandai dan pintar disekolah kalau bisa dibilang kutu buku, kira-kira apakah mereka juga akan mempunyai pengalaman-pengalaman konyol seperti saya, yang nanti kalau diceritakaan pada saat acara pernikahan selain akan membuat malu dan juga menjadi bahan tertawan. Saat ini saya akan berfantasi, dimulai dengan mengubah porsi menjadi 20-80, dan saya akan memposisikan diri saya berada di acara pernikahan temen saya, dimana dulunya saya menjadi seorang kutu buku. Akankah saya bisa membuat satu ballroom menoleh kearah kami dimana kumpulan kutu buku bergumam? Kira-kira bahan tertawaan seperti apa yang bisa membuat kami kumpulan kutu buku tertawa dengan keras? Adakah ada pembicaraan mengenai gadis kelas sebelah yang menjadi incaran kami para kutu buku?. Kok kayanya gak enak yach menjadi seorang kutu buku, ini bukan merupakan pembelaan dari saya yang katanya dulu saya ini kurang pintar alias ndableg. Tapi lebih ke rasa penasaran saya kira-kira kenangan gila, konyol, memalukan apa yang mereka punya, mereka pelihara, yang mereka bisa kenang sehingga mereka bisa mengatakan bahwa masa SMA adalah memang masa yang paling indah. Kalau saya sedikit boleh saran sich….wahai kalian kutu buku lakukan kegilaan pada dirimu dan ceritakan kepada teman-temanmu pada saat nanti kalian bertemu 10, 20, atau 30 tahun lagi…</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pietterbuyung.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pietterbuyung.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pietterbuyung.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pietterbuyung.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pietterbuyung.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pietterbuyung.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pietterbuyung.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pietterbuyung.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pietterbuyung.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pietterbuyung.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pietterbuyung.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pietterbuyung.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pietterbuyung.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pietterbuyung.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pietterbuyung.wordpress.com&amp;blog=6979147&amp;post=45&amp;subd=pietterbuyung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pietterbuyung.wordpress.com/2009/08/01/be-or-not-to-be/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/40fa00f5000e7c08910915535e61cd97?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pietterbuyung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Logika kebetulan……</title>
		<link>http://pietterbuyung.wordpress.com/2009/03/17/logika-kebetulan%e2%80%a6%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://pietterbuyung.wordpress.com/2009/03/17/logika-kebetulan%e2%80%a6%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2009 17:23:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pietterbuyung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pietterbuyung.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Kejadian sederhana, umum, dan simple ini, membuat saya penasaran dengan apa yang namanya kebetulan. Jadi pada waktu itu jam sudah menunjukan jam 3 pagi, dan saya memutuskan untuk pulang. Karena tempat saya berada di lantai tiga, jadi mau tidak mau saya harus menggunakan lift. Saya pun menekan tombol yang mengarah kebawah, tepat di atas pintu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pietterbuyung.wordpress.com&amp;blog=6979147&amp;post=33&amp;subd=pietterbuyung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">Kejadian sederhana, umum, dan simple ini, membuat saya penasaran dengan apa yang namanya kebetulan. Jadi pada waktu itu jam sudah menunjukan jam 3 pagi, dan saya memutuskan untuk pulang. <span lang="FR">Karena tempat saya berada di lantai tiga, jadi mau tidak mau saya harus menggunakan lift. Saya pun menekan tombol yang mengarah kebawah, tepat di atas pintu lift terdapat tanda yang menunjukan dimana lift ini berada dan arah yang akan dituju, tanda itu berkedip menunjukan ke arah atas, serta menunjukan lantai-lantai mana saja yang sedang dilaluinya. </span>1…….1A……2……….3……… ‘dingg.. pintu lift pun terbuka perlahan-lahan, segera saya masuk dan menekan tombol G (ground) dan pintu pun segera menutup. Ibarat sebuah kotak, lift ini merupakan kotak tua berukuran 2&#215;2, didalamnya terdapat banyak bekas-bekas geretan, gesekan, lapisan-lapisan dinding yang terkelupas, dan yang paling jelas di panel tempat kita bisa menekan tujuan lantai kita terlihat kusam, bekas geretan-geretan benda tajam, dan suara kipas angin yang berasal dari atas,memberikan kesan kotak ini tua. Entah perasaan saya, atau memang saya yang mengantuk, lift ini tiba-tiba menjadi melambat, dan seketika pintu pun terbuka, jgrekkkkkkkkkkk, sial ada apa ini, saya merasa tidak secepat ini untuk mencapai lantai dasar, saya melihat panel penunjuk lantai dan melihat angka dua muncul di situ, dan saya kembali melihat panel tersebut dan saya yakin yang saya tekan adalah G bukan 2, tiba-tiba ada orang masuk, ‘selamat pagi mas……….’, ‘eh……iya selamat pagi’ kata saya, dan saya yakin orang ini yang menekan tombol sehingga saya harus berhenti di lantai dua ini, dan ahkirnya kami pun sampai juga di lantai dasar. Kaget pun tidak, heran pun sangat sekali, bisa dibayangkan jam 3 pagi dimana hampir semua orang dikantor saya yang jumlahnya diatas 100 orang sudah pulang dan tinggal dua manusia (saya dan orang itu) memutuskan untuk pulang bisa berada di dalam satu lift yang dalam hitungan tidak sampai jam, bahkan menit, bisa memutuskan untuk menggunakan lift di waktu yang sama, kalau dilihat dari selisih waktu dekat sekali, kenapa tidak saya atau dia menggunakan lift itu 5 menit sebelumnya atau sesudahnya, yang lebih membuat saya heran, lift ini naik dulu ke tempat saya ke lantai tiga, setelah itu baru berhenti di lantai dua, jadi jeda antara lift itu naik dari lantai dua ke lantai tiga disaat itulah orang itu menekan tombol lift. Wow…jelaskan tentang kebetulan ini, dulu saya pernah belajar tentang matematika, kalau tidak salah ada pelajaran tentang kemungkinan-kemungkinan, yang masih bisa di cari dengan aturan pangkat-pangkat, tapi dalam hal seperti ini kemungkinan-kemungkinan ini banyak sekali dan apabila di pangkatkan, entah berapa pangkat yang harus disebutkan,<span> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pietterbuyung.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pietterbuyung.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pietterbuyung.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pietterbuyung.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pietterbuyung.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pietterbuyung.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pietterbuyung.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pietterbuyung.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pietterbuyung.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pietterbuyung.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pietterbuyung.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pietterbuyung.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pietterbuyung.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pietterbuyung.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pietterbuyung.wordpress.com&amp;blog=6979147&amp;post=33&amp;subd=pietterbuyung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pietterbuyung.wordpress.com/2009/03/17/logika-kebetulan%e2%80%a6%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/40fa00f5000e7c08910915535e61cd97?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pietterbuyung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pecel Ayam sudut Gejayan, Yogyakarta</title>
		<link>http://pietterbuyung.wordpress.com/2009/03/17/pecel-ayam-sudut-gejayan-yogyakarta/</link>
		<comments>http://pietterbuyung.wordpress.com/2009/03/17/pecel-ayam-sudut-gejayan-yogyakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2009 17:21:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pietterbuyung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pietterbuyung.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Saya memang berasal dari keluarga Jawa, ya Jawa identik dengan wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah sejauh yang saya tahu. Ayah saya berasal dari Klaten sebuah kota kecil yang jaraknya kira-kira satu jam perjalanan dari Kota Yogyakarta (Yogya) dan Ibu saya berasal dari sebuah desa kecil bernama Seyegan, masih di Yogya juga. Dulu waktu saya masih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pietterbuyung.wordpress.com&amp;blog=6979147&amp;post=31&amp;subd=pietterbuyung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Saya memang berasal dari keluarga Jawa, ya Jawa identik dengan wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah sejauh yang saya tahu. Ayah saya berasal dari Klaten sebuah kota kecil yang jaraknya kira-kira satu jam perjalanan dari Kota Yogyakarta (Yogya) dan Ibu saya berasal dari sebuah desa kecil bernama Seyegan, masih di Yogya juga. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Dulu waktu saya masih sekolah ditingkat dasar orang tua saya suka mengajak saya pergi ke Yogya, baik pada masa liburan sekolah atau pada saat libur lebaran, satu hal yang paling saya suka bukanlah kota Yogyanya, tapi antusiasme saya terhadap kendaraan bis yang akan saya tumpangi, ya Mulyo Indah adalah bis yang saya sering tumpangi, entah kenapa perasaan senang dan antusiasme itu terasa pada saat dalam perjalanan menuju ke Yogyakarta dan begitupun sebaliknya. Hal yang paling sering membuat saya gak bisa tidur, karena keasyikan saya memperhatikan “kejar-kejaran” antara bus yang lain, seolah-olah saya mengharuskan bis yang saya tumpangi harus sampai duluan di Yogya, entah kenapa tapi mungkin itu hanya sebuah gengsi aja. “Ayo pak jangan kalah ada bis mo nyusul dari belakang” dalam hati saya berkata karena ada sorotan lampu dan bunyi suara khas klakson bis yang seolah-olah meneriaki bis saya “maju kamu lamban” karena memang di belakang bis pada umumnya tertulis “LAMBAT ASAL SELAMAT” tapi hal itu tidak ada dalam pikiran saya, karena gengsi saya mengatakan bis yang harus saya tumpangi harus sampai terminal Jombor duluan titik, dan saya pun tertidur, “tau-tau” udah dirumah nenek saya. Dasar bocah sok tau…………..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Lain dulu lain sekarang, sewaktu selesai Ujian ahkir tingkat SMA, banyak temen-temen saya mencari tempat kuliah baik itu yang ada di dalam kota sendiri atau di kota-kota lainnya. Kebanyakan dari mereka memilih Bandung termasuk saya juga. Namun tidak hanya Bandung saja yang menjadi pilihan saya, tapi juga Yogya, dan sebetulnya waktu itu saya memilih Yogya bukan karena saya mau belajar apa, tapi karena saya ingin hidup bebas dan juga ada kakak saya yang bilang kenapa gak coba untuk kuliah di Yogya aja. Kakak saya setahun lebih tua dari saya, perempuan yang galak tapi perhatian. Setelah membereskan segala sesuatunya seperti dokumen, baju, tetek bengek lainnya, ahkirnya saya berangkat juga ke Yogya menaiki bis yang “LAMBAT ASAL SELAMAT” tapi kadang-kadang ingin menggantinya menjdi “LAMBAT ASAL SAMPAI JOMBOR DULUAN”. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Saya berangkat bersama seorang teman, Zeus namanya dia juga kebetulan mengambil tujuan yang sama untuk mendaftar di Atmajaya Yogyakarta dan untuk bidang studi yang sama, dan pada ahkir kelulusan kita lulus ditahun yang sama, angkatan yang sama, studio yang sama, dan sama-sama dari Bogor yang pasti, mungkin saya seneng menyebutnya serendipity (kebetulan yang kebetulan). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Setelah menempuh perjalanan selama 12 jam ahkirnya kami sampai di terminal Jombor, udara Yogya yang dingin dan suara sapu lidi yang disapukan di aspal, matahari yang belum juga muncul dan yang paling khas suara tukang ojek dengan logat Jawa medhok menandakan saya sudah berada di tanah yang sampai sekarang ini saya merindukan untuk hidup di kota ini. Kami memilih untuk tidak menggunakan ojek, tapi memilih menggunakan taksi yang berada di dekat sebuah warung kelontong yang tidak terlalu besar, namun menjadi sebuah tempat yang paling saya ingat dari kecil sebagai sebuah tempat menunggu untuk di jemput oleh saudara saya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Setelah kami berada di dalam taksi, kami minta diantar ke sebuah tempat yang bernama Gejayan, Karang anyar, dekat percetakan Kanisius, karena di sana itu merupakan rumah temen yang juga berasal dari Bogor dan berencana untuk kuliah di Yogya. Heri namanya, kita sudah saling kenal sejak duduk di TK, dan juga ada Tomi (sebetulnya nama aslinya Pramutomo kenapa gak dipanggil Tomo aja} yang juga sudah saya kenal sejak TK, banyak kenangan suka dan duka yang dilewatin sama bapak yang satu ini, tapi sepertinya kebanyakan dukanya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Setelah hampir 30 menit ahkirnya saya dan Zeus tiba di sebuah jalan yang tidak terlalu besar, cukup untuk dua mobil yang saling berlawan, dan sebelah kanan-kiri jalan banyak terdapat ruko-ruko kecil, seperti warnet, laundry ala mahasiswa, warung burjo, susasna asing yang memang belum pernah saya lihat, mencirikan sesuatu yang serba pas-pas-an. Ahkirnya supir taksi tersebut berbaik hati untuk mencarikan alamat yang kami tuju dengan bertanya kepada orang-orang yang berada disekitarnya, butuh waktu cukup lama juga untuk mencari alamat Heri ini. Berkeliling melewati percetakan Kanisius yang baru pertama kali saya liat, sebetulnya lambang Kanisius sudah sering saya liat di buku pelajaran agama saya sejak dari SD sampai SMA, namun baru sekarang ini melihat dimana buku ini dicetak, tempatnya lumayan luas untuk menjadi sebuah industri, mengingat keadaan di sekitarnya merupakan wilayah pemukiman. Hampir 15 menit kita berkeliling dan akhirnya memutuskan untuk menelepon Heri, dan memberitahukan posisi awal kita berada tadi. Setelah menunggu selama hampir 5 menit Heri datang dengan senyum khasnya, dan dia langsung membawa saya dan Zeus melewati sebuah jalan yang hampir menyerupai lorong, dan jaraknya tidak terlalu jauh sekitar 200 meter dari tempat awal kita tiba. Kita sampai di sebuah rumah yang menurut pandangan saya bukan merupakan sebuah rumah tapi nampak sebagai sebuah benteng yang kokoh, dan kesan sebuah benteng semakin kokoh karena tidak ada sedikit pun teras seperti pada rumah-rumah pada umumnya, dengan cat warna yang menyala semakin membuat saya merasa kaget, tidak nampak sedikitpun ini sebuah rumah tinggal, di depan “benteng” ini merupakan sebuah lahan yang cukup luas dan sebuah pohon besar yang rindang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Kami pun masuk ke dalam rumah, entah kenapa perasaan saya masih merasa asing, asing karena suasana pada waktu itu masih pagi, dimana seharusnya sinar matahari sudah masuk ke dalam ruangan, tetapi pada kenyataannya penerangan masih dibantu sebuah lampu TL yang cukup terang, mungkin ini karena adanya pohon rindang tadi yang menghalangi cahaya masuk ke dalam rumah. Tapi biar bagaimanapun benteng ini yang ternyata merupakan kost-kostan wanita menjadi tempat yang istimewa bagi saya, karena hampir selama setahun saya pernah “tinggal” di tempat ini, dibalik semua cerita sedih, senang, kesal, marah, benci, tempat ini merupakan “ a place to remember”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Pada awalnya semuanya tidak ada yang istimewa, sampai saya menemukan Pecel Ayam, jadi pada waktu itu kami ber-empat, saya, Tomi, Heri dan Zeus, memutuskan untuk makan diluar. Jarak dari tempat Heri menuju ke Pecel Ayam ini tidak terlalu jauh sekitar 500 meter-an, tidak terasa jauh karena di setiap sisi jalan yang kita lewati terasa sekali suasana kesederhanaan Yogya, entah itu karena di pemukiman mahasiswa atau memang konteks kota Yogya yang banyak orang bilang “murah”. Perjalanan menyusuri selokan mataram yang membawa kita menuju jalan gejayan, menjadikan sebuah patokan yang jelas apabila saya nyasar sewaktu-waktu, kita sampai di sebuah perempatan. Orang Yogya pada umumnya untuk menyatakan suatu arah yang dituju mereka biasa menunjukan dengan mengunakan arah mata angin, sebagai gampangnya arah yang menuju kearah Gunung Merapi disebut arah Utara, dan tinggal menyesuaikan arah mana yang akan kita tuju, dan mereka akan menyebutnya kearah baratlah, timurlah, selatanlah, satu hal yang membuat saya binggung dan baru setelah satu tahun saya paham dan bisa memberitahu hal yang sama kepada orang asing yang bertanya kepada saya (tentu dengan sedikit logat Jawa-Sunda). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Disebelah selatan terdapat Mirota Gejayan, sebelah timur terdapat Pecel Ayam, dan sebelah barat kembali kearah pulang ke rumah. Ahkirnya setelah lama berdiri di perempatan itu kami memutuskan untuk makan di Pecel Ayam tersebut, Heri merekomnedasikan tempat makan itu karena memang sebelumnya dia pernah makan disitu. Kesan awalnya, memang saya tidak kaget, tidak ada tempat duduk, hanya terdapat sebuah meja kecil, dimana kalo kita duduk bersila kita baru bisa mensejajarkan posisi badan kita dengan meja yang tingginya tidak lebih dari 40 cm, ya namanya lesehan, sebuah cara makan khas Yogya yang tampil dengan kesederhanaannya, dan memberikan sensasi lepas dari cara makan formal. Setelah menunggu sekitar 15 menit ahkirnya pesanan pecel ayam dan es jeruk pun tiba, makanan yang pertama kali menyentuh bibir saya ini saya yakin belum pernah mencobanya selama 20 tahun hidup saya, sambal pedas yang ditumbuk dengan tomat dan cabai yang dicampur dengan daun kemangi, memberikan aroma khas yang belum pernah saya rasakan, cubitan daging ayam yang dibakar lalu “dicocolkan” kesambal tersebut benar-benar memberikan sensai yang berbeda, sesekali saya menyapu keringat yang ada di dahi dan menyeruput es jeruk yang tadinya biasa aja menjadi minuman yang cocok sekali dengan makanan pecel ayam ini, selesai makan dan cukup kenyang, lalu saya mengambil sebatang rokok, dimana saya merasa sebebas ini untuk merokok dan menjulurkan kaki dan meninggalkan rasa kenyang saya, sambil tertawa membicarakan segala hal yang bisa menjadi bahan sebuah tertawaan, sungguh sebuah paket yang lengkap dari mulai cara makan, rasa makanan, hiruk pikuk kendaraan yang lewat, suasana malam yang hangat, cerah, dan hangat, karena memang tempat ini berada di sebuah trotoar dan hanya selembar kain spanduk yang membatasi antara jalan dan tempat saya makan ini, tanpa kita ketahui ternyata tempat ini bersebelahan dengan kuburan juga. Tak terasa satu jam sudah berlalu dan jam menunjukan pukul 10 malam dan kami pun pulang kerumah kembali menyusuri selokan mataram yang sekarang sudah ditutupi dengan beton-beton dan paving block yang memberikan kesan keras kepada sesuatu hal yang lunak, dan tidak ada lagi pantulan cahaya bulan yang bisa diliat di air selokan mataram. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Banyak orang jatuh cinta dengan caranya sendiri terhadap suatu tempat dan saya karena pecel ayam di sudut gejayan menjadikan saya ingin selalu kembali ke Yogyakarta………………bagaimana dengan kalian??? <span> </span><span> </span><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pietterbuyung.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pietterbuyung.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pietterbuyung.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pietterbuyung.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pietterbuyung.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pietterbuyung.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pietterbuyung.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pietterbuyung.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pietterbuyung.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pietterbuyung.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pietterbuyung.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pietterbuyung.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pietterbuyung.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pietterbuyung.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pietterbuyung.wordpress.com&amp;blog=6979147&amp;post=31&amp;subd=pietterbuyung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pietterbuyung.wordpress.com/2009/03/17/pecel-ayam-sudut-gejayan-yogyakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/40fa00f5000e7c08910915535e61cd97?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pietterbuyung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketamakan</title>
		<link>http://pietterbuyung.wordpress.com/2009/03/17/ketamakan/</link>
		<comments>http://pietterbuyung.wordpress.com/2009/03/17/ketamakan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2009 17:19:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pietterbuyung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pietterbuyung.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu saya membaca berita ulasan tentang perekonomian global di majalah Tempo, dalam tulisannya si penulis menyebutkan ketamakan sebagai asal muasal dari amburadulnya perekonomian global. Saya langsung memikirkan ayah saya, enam bulan yang lalu ayah saya mencoba peruntungannya di pasar modal, selama hampir enam bulan dia membeli buku-buku yang mengulas tentang kegiatan di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pietterbuyung.wordpress.com&amp;blog=6979147&amp;post=29&amp;subd=pietterbuyung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu yang lalu saya membaca berita ulasan tentang perekonomian global di majalah Tempo, dalam tulisannya si penulis menyebutkan ketamakan sebagai asal muasal dari amburadulnya perekonomian global. Saya langsung memikirkan ayah saya, enam bulan yang lalu ayah saya mencoba peruntungannya di pasar modal, selama hampir enam bulan dia membeli buku-buku yang mengulas tentang kegiatan di pasar modal. Entah dia sudah mendapatkan untung yang cukup besar atau tidak yang jelas sekarang ini dia merasa gelisah, tetapi tidak segelisah wanita terkaya di China yang hampir kehilangan separuh hartanya padahal umurnya saja masih setahun lebih tua dari saya, toh dia masih ada 30 tahun lagi untuk mengembalikan hartanya yang hilang. Ibaratnya dalam peperangan ayah saya ini terserempet peluru di pantat, sedangkan banyak orang-orang yang terkena di kepala atau dalam sebuah permainan tembak-tembakan dikenal dengan istilah <em>headshot</em>. Mengapa saya bilang terserempet peluru di pantat, karena saham-saham yang ayah saya pegang seketika menjadi turun drastis, terlihat dari indeks saham yang merosot hampir lebih dari sepuluh persen, sehingga menyebabkan tempat dimana saham-saham di perdagangkan itu di tutup. Dalam hati saya berfikir masih untung ayah saya ini, karena uang yang dia pakai untuk bermain di pasar modal ini adalah berasal bukan dari uang yang dipakai untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, mengapa saya berpikiran seperti itu.</p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal">Selama      uang yang di inestasikan dalam pasar modal adalah uang sendiri dan bukan dari      hasil pinjam sana-sini, maka istilahnya uang itu hanya mengendap untuk      sesaat kembali ke permukaan.</li>
<li class="MsoNormal">Jika      uang yang di investasikan berasal dari hasil pinjam sana-sini dan      celakanya jatuh tempo uang yang diinvestasikan jatuh pada saat nilai saham      belum kembali normal, maka pikiran saya dia harus membayar utangannya itu      dengan utang yang dia pinjam ke orang lain juga.</li>
<li class="MsoNormal">Cuman      ada dua pertimbangan yang diambil, yaitu nomor 1 dan nomor 2.</li>
</ol>
<p class="MsoNormal">Sejauh saya tahu ayah saya bermain dengan menggunakan cara nomor satu. Pada dasarnya orang ingin mendapatkan sesuatu yang besar secara instant, dan di pasar modal inilah segala sesuatunya bisa terjadi, mirip seperti permainan judi, cuman saya lebih seneng menyebutnya judi halus, wong dilegalkan oleh pemerintah. Karena ketamakanlah orang-orang menjadi rakus, lupa diri, gegabah, yang pada akhirnya mereka-merkalah yang tertembak di bagian kepala atau headshot tadi dan tidak lama mereka pun game over. <span> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pietterbuyung.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pietterbuyung.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pietterbuyung.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pietterbuyung.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pietterbuyung.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pietterbuyung.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pietterbuyung.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pietterbuyung.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pietterbuyung.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pietterbuyung.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pietterbuyung.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pietterbuyung.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pietterbuyung.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pietterbuyung.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pietterbuyung.wordpress.com&amp;blog=6979147&amp;post=29&amp;subd=pietterbuyung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pietterbuyung.wordpress.com/2009/03/17/ketamakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/40fa00f5000e7c08910915535e61cd97?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pietterbuyung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tadinya hangat, kalau udah kering, ya udah……..</title>
		<link>http://pietterbuyung.wordpress.com/2009/03/17/25/</link>
		<comments>http://pietterbuyung.wordpress.com/2009/03/17/25/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2009 14:31:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pietterbuyung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pietterbuyung.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Empat DVD bajakan telah saya tonton dan DVD kelima yang bergenre kartun ini menjadi pilihan terakhir untuk saya tonton. Mungkin karena karakternya yang bersifat kartun ini menjadi ibarat rokok, filter (filihan terakhir). Judul filmnya tidak sesangar perusahaan yang membuatnya, hanya satu kata saja “Cars” Dikemas secara animasi film ini menjadikan pertimbangan bagi para peminat teknologi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pietterbuyung.wordpress.com&amp;blog=6979147&amp;post=25&amp;subd=pietterbuyung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Empat DVD bajakan telah saya tonton dan DVD kelima yang bergenre kartun ini menjadi pilihan terakhir untuk saya tonton. Mungkin karena karakternya yang bersifat kartun ini menjadi ibarat rokok, filter (filihan terakhir).</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Judul filmnya tidak sesangar perusahaan yang membuatnya, hanya satu kata saja “Cars” Dikemas secara animasi film ini menjadikan pertimbangan bagi para peminat teknologi animasi untuk melihat seberapa realistis film ini mendekati kenyataan yang sesungguhnya. Saya sendiri sebelumnya pernah mempelajari program yang bernama 3D max, dari membentuk model, mengaplikasikan material dan sampai proses render.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Kungu-fu panda mengadopsi cara beranimasi yang sungguh luar biasa, masih banyak film animasi yang boleh mendapatkan “two thumbs up”.</p>
<p class="MsoNormal">Terlepas dari cara perusahaan tersebut mengemas sebuah film, yang terpenting bagaimana film tersebut memberikan sebuah pesan sederhana yang terkadang kita sebagai yang katanya makhluk tuhan yang paling mulia lupa akan segala sesuatu yang sederhana tersebut.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Cars bercerita tentang sebuah mobil balap yang menjadi peserta salah satu kejuaraan penting balap mobil di Amerika. Dengan predikat sebagai rookie (pendatang baru) dan memiliki kemampuan yang hebat dalam mengendarai mobil, menempatkanya berada di posisi tiga besar dengan juara-juara sebelumnya.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Rookie bernama Lightning McQueen memiliki kepercayaan diri yang luar biasa, diceritakan di awal film McQueen berada dalam suatu perlombaan yang akan menentukan siapa yang akan menjadi juara tahunan. Perlombaan tinggal menyisakan tiga pembalap saja, dan dan tinggal beberapa putaran saja lomba akan berakhir, dua pembalap terdepan mengambil pit stop pada saat tinggal menyisakan dua putaran terakhir. McQueen dengan kepercayaan yang tinggi memutuskan tidak menghiraukan kepala timnya untuk mengambil pit stop, dan mengganti ban yang sudah mulai haus, otomatis sekarang dia berada di posisi pertama dan tinggal menunggu waktu saja untk mencapai garis finish.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Terjadi hal yang sebetulnya mudah tertebak, kedua ban McQueen pun pecah sehingga dia hanya berharap dia dapat meluncur hingga garfs finish, sedangkan dari belakang dua kompetitor yang lainnya sudah siap untuk mengambil posisi pertama.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Dilihat dari hasil rekaman dan foto, diputuskan bahwa mereka mencapai garis finis pada saat yang bersamaan, di foto tampak McQueen menjulurkan lidahnya untuk mencapai garif finis. Akhirnya pertadingan untuk memutuskan juara tahunan pun akan diulang kembali disebuah kota.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">McQueem memecat seluruh crewnya karena dia merasa dapat melakukan segala sesuatunya sendiri, meninggalkan truk trailer yang akan menemaninya kemana saja.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Pada saat perjalanan yang tanpa istirahat menuju tempat perlombaan penentuan, McQueen secara tidak sengaja tertinggal dari truk trailer yang membawanya karena suatu kejadian bodoh yang terjadi.</p>
<p class="MsoNormal">Terdampar disebuah kota dan usahanya mengejar truk trailer membuatnya melaju dengan kecepatan tinggi dan dibuntuti oleh polisi, nampaknya keadaan menjadi lebih buruk seluruh kota menjadi hancur porak poranda karena ulahnya, akses jalan menjadi rusak total karena akibatnya.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Atas perbuatnnya yang merugikan tersebut, masyarakat kota memintanya untuk memperbaiki jalan tersebut, karena jalan tersebut merupakan akses utama dimana mereka mempunyai usaha yang bermacam-macam di sepanjang jalan tersebut. Istilahnya jalan tersebut merupakan mata pencaharian mereka.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Tidak ada satupun orang yang mengenalinya kalau dia itu seorang pembalap terkenal, tidak ada hak istimewa yang diberikan kepadanya, pada intinya dia harus memperbaiki jalan tersebut lalu dia boleh meninggalkan kota tersebut,</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Jalinan keakraban mulai terjadi antara McQueen dengan warga kota, dan di kota itu mulai dapat menemukan hal-hal sederhana yang selama ini ia lupakan, seperti kerjasama, bahwa kesombongan akan membuatnya menjadi sengsara dia dapatkan juga, percintaan dan kebutuhan manusia akan sesamanya menjadi point paling penting yang diusung film ini.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Tidak ada action dan adegan syur seperti Quantum Of Solace, film ini mempunyai pesan bahwa jika kamu merasa hebat disuatu bidang yang kamu kuasai jangan harap kamu akan hebat di bidang lain, hanya karena kamu mendapat sanjungan dari orang-orang, kamu mendapat legitimasi, pengakuan dari orang-orang, sehingga kamu merasa tidak perlu siapa saja hanya untuk sekedar bertukar pikiran, meminta pendapat, dan bercanda.</p>
<p class="MsoNormal">Ketakberdayaan akan menghampiri kamu dan memakan egomu sendiri.</p>
<p class="MsoNormal">Setidaknya rendah hatilah dan pelajarilah segala hal dasar tentang bagaimana ber-relasi dengan sesama, belajar menerima keadaan dan kamu akan mendapatkan turn pointnya disitu. Sejauh ini hidup saya seperti mobil balap itu, saya hanya bisa menyimpulkan pesan yang disampaikan film itu, hmmm untuk melakukanya di kehidupan nyata ini nampaknya hangat-hangat tahi ayam neh…., begitu hangat, begitu bau, begitu mengganggu. Tak perlu menyadari sampai bermenit-menit ,tiba- tiba kehangatan, dan aromanya akan menghilang busssssssssssssssssssssssss.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pietterbuyung.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pietterbuyung.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pietterbuyung.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pietterbuyung.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pietterbuyung.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pietterbuyung.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pietterbuyung.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pietterbuyung.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pietterbuyung.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pietterbuyung.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pietterbuyung.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pietterbuyung.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pietterbuyung.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pietterbuyung.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pietterbuyung.wordpress.com&amp;blog=6979147&amp;post=25&amp;subd=pietterbuyung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pietterbuyung.wordpress.com/2009/03/17/25/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/40fa00f5000e7c08910915535e61cd97?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pietterbuyung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sent from BeBe</title>
		<link>http://pietterbuyung.wordpress.com/2009/03/17/sent-from-bebe/</link>
		<comments>http://pietterbuyung.wordpress.com/2009/03/17/sent-from-bebe/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2009 14:10:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pietterbuyung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pietterbuyung.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[“…jadi gw ganti samsung apa gak neh yung,…” “lha nokia loe kenapa?” “sering error neh, samsung yang loe bilang itu worth it kan yung?” “iya, speknya hampir sama kaya e-71” Baru beberapa bulan saja teman saya ini membeli HP nokia merek terbaru yang dari cara penggunaanya di sentuh bukan ditekan-tekan kaya piano, he2. Dia mengeluh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pietterbuyung.wordpress.com&amp;blog=6979147&amp;post=21&amp;subd=pietterbuyung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span>“…jadi gw ganti samsung apa gak neh yung,…” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span>“lha nokia loe kenapa?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span>“sering error neh, samsung yang loe bilang itu worth it kan yung?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span lang="SV">“iya, speknya hampir sama kaya e-71”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span lang="SV">Baru beberapa bulan saja teman saya ini membeli HP nokia merek terbaru yang dari cara penggunaanya di sentuh bukan ditekan-tekan kaya piano, he2. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span lang="SV">Dia mengeluh karena sebentar-bentar hpnya error dan dia sudah membawanya ke service center hp tersebut hampir dua kali dalam jangka waktu 5 bulan ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span lang="SV">Trend gonta-ganti hp memang menjadi gaya hidup bagi orang-orang yang punya duit dan tentu saja punya account Facebook deh kayaknya, tidak puas dengan tampilan layar kecil, hp berlayar besar pun dicari, maka larislah yang namanya BeBe itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span lang="SV">Ganti hp menjadi lebih keren menjadi pemenuhan hasrat yang dapat meningkatkan status sosial seseorang. “Eh..eh si itu hpnya yang baru muncul di tv itu lho…”, atau tertulis di surat balasan elektronik “sent from BeBe”. Kenapa kita kadang-kadang diperbudak oleh hal-hal seperti ini dan saya juga menjadi budak yang mudah dipecut begitu melihat iklan di tv, koran, majalah tentang produk hp yang baru launching. Hasrat untuk memenuhi untuk menggengam barang tersebut menjadi bertubi-tubi, segala cara dihalalkan, dari mengesek kartu kredit tentang barang-barang promo, sampai minjam koperasi kantor yang tak berbunga, tukar-tambah meskipun nambahnya hampir 80% dan yang paling parah minjam duit dengan perjanjian bulan depan dikembalikan toh bulan depan bisa satu atau tiga bulan mendatang. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span lang="SV">Menjadi seorang yang “mobile device” baik alat maupun dirinya kadang membuat anggapan orang bahwa kita ini orang pandai, berpendidikan, dan gak ketinggalan jaman, ada seorang teman kantor yang memegang jabatan penting IT manager sebuah perusahaan, ternyata hpnya cuman nokia seri 8310, yang katanya kalo ngelempar anjing bisa mati, ya jelas mati orang dia punya 10 buah hp seri tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span lang="SV">Kadang kalo berbicara dengan dia saya menjadi malu sendiri, dan kadang hp saya yang saya sembunyikan, karena dengan bangganya ia menjejerkan hp tersebut diatas mejanya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span lang="SV">Menjadi seorang yang pintar didalam tidak semudah menjadi keliatan pintar dari luar, karena dari luar yang dinilai apa yang melekat pada tubuh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span lang="SV">Menjadi seseorang yang suka gonta-ganti hp tidak menjadi hal yang sulit daripada menjadi seseorang yang gonta-ganti pacar, mau bukti?. </span><span>Coba saja…</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pietterbuyung.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pietterbuyung.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pietterbuyung.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pietterbuyung.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pietterbuyung.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pietterbuyung.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pietterbuyung.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pietterbuyung.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pietterbuyung.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pietterbuyung.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pietterbuyung.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pietterbuyung.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pietterbuyung.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pietterbuyung.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pietterbuyung.wordpress.com&amp;blog=6979147&amp;post=21&amp;subd=pietterbuyung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pietterbuyung.wordpress.com/2009/03/17/sent-from-bebe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/40fa00f5000e7c08910915535e61cd97?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pietterbuyung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pra-Pasca</title>
		<link>http://pietterbuyung.wordpress.com/2009/03/17/pra-pasca/</link>
		<comments>http://pietterbuyung.wordpress.com/2009/03/17/pra-pasca/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2009 14:02:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pietterbuyung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pietterbuyung.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pria berumur 30-an tiba-tiba datang dan meminta sedikit tempat untuk duduk di sofa yang seharusnya hanya cukup untuk bertiga, dia duduk di sebelah ibu-ibu yang berada di samping kiri saya. Ruang tunggu sebuah operator telephone selular ini tidak terlalu besar dan tidak juga dingin cenderung agak panas dan antrian yang panjang membuat emosi orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pietterbuyung.wordpress.com&amp;blog=6979147&amp;post=12&amp;subd=pietterbuyung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span>Seorang pria berumur 30-an tiba-tiba datang dan meminta sedikit tempat untuk duduk di sofa yang seharusnya hanya cukup untuk bertiga, dia duduk di sebelah ibu-ibu yang berada di samping kiri saya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span>Ruang tunggu sebuah operator telephone selular ini tidak terlalu besar dan tidak juga dingin cenderung agak panas dan antrian yang panjang membuat emosi orang bias naik sekejap.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span>Tidak sampai satu menit si pria duduk, dia mulai bercerita kekesalannya terhadap layanan operator yang terus mengriminya tagihan, padahal dia sudah tidak menggunakannnya sejak bulan Januari, entah kepada siapa si pria ini berkata si ibu yank berbaju pegawai negeri ini (seharusnya ada di kantornya) meng-iya-kan cerita si pria ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span>Mendapat respon positif dari ibu yang berada disebelah saya, dia mulai menceritakaan segala kebobrokan layanan yang diberikan operator ini sambil sekali (hanya satu kali) menyebut nilai plus yang diberikan operator ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span>Yang menjadi permasalahan ternyata mereka pengguna kartu selular pra-bayar, dan si pria tersebut sambil menunjukan print-print-nan kepada si ibu; “nih-nih bu coba liat gak ada transaski percakapan, error nih sistemnya, error, error,”. Saya penasaran berapa sih jumlah yg harus dibayar, Rp 30.000,- jumlah pastinya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span>Pengguna pra-bayar cuman pake Rp 30.000- tiap bulannya???. Dan cerita komplainnya mengundang satu ruangan untuk melihat kearah pria ini. Apa karena pengguna pasca bayar membuat status orang menjadi tinggi, jadi membuat orang ingin menaikan cara dia membayar menjadi lebih eksklusif. <img class="alignright size-medium wp-image-14" title="handphone1" src="http://pietterbuyung.files.wordpress.com/2009/03/handphone1.jpg?w=300&#038;h=300" alt="handphone1" width="300" height="300" /></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span>Saya yang tadinya malu karena saya sendiri pengguna pra-bayar, dan maksud kedatangan saya adalah hendak melakukan migrasi ke pasca bayar, menjadi berpikir dua kali untuk melakukan migrasi ke pasca bayar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span>Seorang teman pernah coba untuk membanding-bandingkan antara cara pembayaran pasca bayar dan pra bayar dari operator Xtra Large ini, saya sama sekali tidak melihat keuntungan yang diberikan, singkatnya saya menilai kalau pasca bayar agak menguntungkan meskipun kita harus membelinya di kios-kios pinggir jalan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span>Akhirnya saya pun tiba di meja konter mba-mba berbaju biru dan berkawat gigi ini, beberapa pertimbangan dalam diri saya membuat saya hanya menanyakan seputar basa-basi paket internet apa saja yang diberikan dan tidak jadi melakukan migrasi ke pembayaran pasca bayar, sambil samara-samar mendengarkan si pria tersebut terus mengoceh seperti cacing kepanasan, karena ternyata AC nya mati….</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pietterbuyung.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pietterbuyung.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pietterbuyung.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pietterbuyung.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pietterbuyung.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pietterbuyung.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pietterbuyung.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pietterbuyung.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pietterbuyung.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pietterbuyung.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pietterbuyung.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pietterbuyung.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pietterbuyung.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pietterbuyung.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pietterbuyung.wordpress.com&amp;blog=6979147&amp;post=12&amp;subd=pietterbuyung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pietterbuyung.wordpress.com/2009/03/17/pra-pasca/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/40fa00f5000e7c08910915535e61cd97?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pietterbuyung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pietterbuyung.files.wordpress.com/2009/03/handphone1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">handphone1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8230;jatuh&#8230;</title>
		<link>http://pietterbuyung.wordpress.com/2009/03/16/jatuh/</link>
		<comments>http://pietterbuyung.wordpress.com/2009/03/16/jatuh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 15:43:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pietterbuyung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pietterbuyung.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Saya terduduk di atas aspal yang saya ingat betul baru dilapis ulang beberapa minggu yang lalu sambil melihat motor saya tergeletak sekitar sepuluh meter jauhnya dari posisi saya duduk. Saat itu saya dalam perjalanan pulang menuju ke bogor, jalur ini sudah sering saya lalui hampir beberapa bulan belakangan ini, jadi cukup heran juga ketika saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pietterbuyung.wordpress.com&amp;blog=6979147&amp;post=3&amp;subd=pietterbuyung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><img class="alignright size-medium wp-image-10" title="motor" src="http://pietterbuyung.files.wordpress.com/2009/03/motor.jpg?w=300&#038;h=279" alt="motor" width="300" height="279" />Saya terduduk di atas aspal yang saya ingat betul baru dilapis ulang<span> </span>beberapa minggu yang lalu sambil melihat motor saya tergeletak sekitar sepuluh meter jauhnya dari posisi saya duduk.</p>
<p class="MsoNormal">Saat itu saya dalam perjalanan pulang menuju ke bogor, jalur ini sudah sering saya lalui hampir beberapa bulan belakangan ini, jadi cukup heran juga ketika saya menabrak penggendara motor dan terjatuh di jalur yang saya kenal ini.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Sesaat saya masih tidak percaya hal ini terjadi pada saya. Dari depan muncul seorang pria yang memaki saya dengan suara yang cukup keras, “Loe salah loe, gua dah ngasih rating belok ke kanan, loe ngebut sih, gua orang Bareskim (salah satu departemen di kepolisian), kalau mau urusan ke polisi hayooo…’. Saya hanya diam saja melihat mimik orang yang saya tabrak itu tanpa mengatakan apa-apa, jangankan untuk bicara, wong mau berdiri aja susahnya minta ampun, untung ada penduduk sekitar yang membantu saya untuk bangun.</p>
<p class="MsoNormal">Sambil meminum teh manis hangat, saya duduk diam dan masih tidak percaya kalau kelcelakaan terjadi pada saya. Setelah keadaan sudah mulai tenang saya memastikan keadaan motor saya, dan mulai berbicara dengan pria yang saya tabrak. Untuk mencairkan keadaan yang panas seperti aspal baru yang saya cium, saya mengakui kesalahan dan akan bertanggung jawab sepenuhnya, lha wong nabrak ko mau memberikan pembelaan diri.</p>
<p class="MsoNormal">Di dalam angkot yang membawa saya dan pria yang saya tabrak tadi keadaan sudah mulai agak melunak, mulai terjadi pembicaraan basa-basi sekitar identitas, pekerjaan dan tetek yang mulai bengek. Sambil menahan rasa sakit dibahu kanan, saya berfikir untuk menghubungi ibu saya yang berada dirumah, dan memastikan bahwa keadaan saya tidak terlalu parah, dan kami dalam perjalanan ke rumah sakit terdekat.</p>
<p class="MsoNormal">Setelah hampir selama setengah jam didalam ruang UGD, akhirnya ibu saya datang, pucat sekali muka ibu saya waktu itu, tidak ada raut akan marah pada saya setelah mengetahui bahwa keadaan saya tidak terlalu parah, setelah itu saya memperkenalkan ibu saya dengan pria yang saya tabrak, dan dengan naluri keibuan dia mendekati pria itu sambil mohon maaf sebesar-besarnya atas kelakuan “koboi” anaknya. Dan berulang kali permintaan maaf pun terucap.</p>
<p class="MsoNormal">Setidaknya hati saya sudah mulai tenang saat itu, tinggal perasaan khawatir tangan kanan saya tidak bisa digerakan, dan hanya bunyi “kletek-kletek” saja bila coba untuk digerakan.</p>
<p class="MsoNormal">Satu setengah jam kemudian ayah saya datang, dan sama seperti yang dilakukan ibu saya ayah saya pun memintaa maaf atas kelakuan “ali topan” anaknya. Proses medik selama beberapa jam pun beres, ayah saya mengantar pria tersebut pulang dan membereskan segala masalah dengan motor saya, dan saya masih bersama ibu saya menunggu dokter tulang yang akan memeriksa keadaan saya. \</p>
<p class="MsoNormal">Selama menunggu dokter tulang, <span> </span>ibu saya bercerita” De, kamu tau gak dari selama perjalanan dai rumah ke rumah sakit itu, ibu berdoa semoga orang yang kamu tabrak itu gak apa-apa dan kamu juga gak apa-apa,…Sedikit heran dalam diri saya, kenapa kata pertama dalam doanya malah pria yang saya tabrak, tak lama berfikir saya mulai mengerti pikiran ibu saya yang masih pucat ini. Andaikata saja orang yang saya tabrak itu lukanya lebih parah dari saya, berapa banyak biaya yang harus dibayar, andaikata orang yang saya tabrak ini tewas, whuuuu saya tidak bisa membayangkan harus meringkuk di penjara menunggu proses peradilan, dan vonis hukuman, rasa takut ini mengalahkan rasa di bahu kanan saya ini, apa jadinya bila saya dipenjara, dan beberapa hari yang lalu pacar saya bilang “kalo loe dipenjara gua masa harus ngejenguk, nganterin makanan..” jiwa dan fisik saya tidak sanggup untuk melakukan hal itu. Dan hal tersebut cukup bisa membuat tidur malam saya tidak nyenyak selama beberapa hari.</p>
<p class="MsoNormal">Sekarang keadaan sudah menjadi lebih baik, mesti saya harus menggunakan ransel perban untuk mengembalikan posisi tulang saya ke posisi awal, dan apabila mengingat kecelakaan itu saya selalu teringat ungkapan orang jawa yang diucapkan ibu saya..”masih untung kamu de…..” orang jawa selalu berkata hal tersebut dalam menghadapi permasalahan yang merugikan dirinya, singkatnya masih ada sedikit hal baik dari kemungkinan hal buruk yang akan menimpa diri kita.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pietterbuyung.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pietterbuyung.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pietterbuyung.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pietterbuyung.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pietterbuyung.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pietterbuyung.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pietterbuyung.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pietterbuyung.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pietterbuyung.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pietterbuyung.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pietterbuyung.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pietterbuyung.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pietterbuyung.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pietterbuyung.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pietterbuyung.wordpress.com&amp;blog=6979147&amp;post=3&amp;subd=pietterbuyung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pietterbuyung.wordpress.com/2009/03/16/jatuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/40fa00f5000e7c08910915535e61cd97?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pietterbuyung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pietterbuyung.files.wordpress.com/2009/03/motor.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">motor</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://pietterbuyung.wordpress.com/2009/03/16/hello-world/</link>
		<comments>http://pietterbuyung.wordpress.com/2009/03/16/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 15:03:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pietterbuyung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pietterbuyung.wordpress.com&amp;blog=6979147&amp;post=1&amp;subd=pietterbuyung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pietterbuyung.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pietterbuyung.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pietterbuyung.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pietterbuyung.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pietterbuyung.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pietterbuyung.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pietterbuyung.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pietterbuyung.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pietterbuyung.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pietterbuyung.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pietterbuyung.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pietterbuyung.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pietterbuyung.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pietterbuyung.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pietterbuyung.wordpress.com&amp;blog=6979147&amp;post=1&amp;subd=pietterbuyung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pietterbuyung.wordpress.com/2009/03/16/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/40fa00f5000e7c08910915535e61cd97?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pietterbuyung</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
